1.
PENGENALAN STATISTIKA
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah dalam bahasa Latin modern ”Statisticum Collegium” (dewan negara) dan bahasa Italia “statistita” (negarawan atau politikus). Statistika secara prinsip mula -mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pada abad ke- 19 dan awal abad ke- 20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Saat ini cabang statistika digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi). (sumber: wikipedia.org)
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah dalam bahasa Latin modern ”Statisticum Collegium” (dewan negara) dan bahasa Italia “statistita” (negarawan atau politikus). Statistika secara prinsip mula -mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pada abad ke- 19 dan awal abad ke- 20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Saat ini cabang statistika digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi). (sumber: wikipedia.org)
2.
PENGERTIAN DAN MACAM STATISTIKA
Statistika adalah ilmu yang bergerak dalam kegiatan statistik. Statistik adalah “memeriksa rangukuman nilai data atau menyederhanakan kumpulan nilai data menjadi satu nilai data”. Statistik inilah yang mendeskripsikan kumpulan data dalam bentuk yang mudah dibaca/dipahami. Statistika dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
Statistika adalah ilmu yang bergerak dalam kegiatan statistik. Statistik adalah “memeriksa rangukuman nilai data atau menyederhanakan kumpulan nilai data menjadi satu nilai data”. Statistik inilah yang mendeskripsikan kumpulan data dalam bentuk yang mudah dibaca/dipahami. Statistika dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
a. Statistika Deskriptif (Statistika Perian)
Berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan/dideskripsikan, baik secara numerik atau secara grafis, untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.
Berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan/dideskripsikan, baik secara numerik atau secara grafis, untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.
b. Statistika Infrerensial
Berkenaan dengan permasalah data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan anlisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, deret waktu), dsb.
Berkenaan dengan permasalah data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan anlisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, deret waktu), dsb.
3. KONSEP DATA
Kegiatan yang berkaitan dengan statistika selalu berhubungan dengan data. Data adalah bentuk jamak dari datum. Datum adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari satu pengamatan sedangkan data adalah segala keterangan atau informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan.
Kegiatan yang berkaitan dengan statistika selalu berhubungan dengan data. Data adalah bentuk jamak dari datum. Datum adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari satu pengamatan sedangkan data adalah segala keterangan atau informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan.
4. JENIS – JENIS DATA
o
Jenis Data Menurut Sifatnya
a. Data Kuantitatif, adalah data yang berbentuk bilangan
yang nilainya berubah-ubah (bersifat variabel). Data kuantitif dibedakan
menjadi 2 yaitu:
§ Data diskrit, merupakan data dari hasil
menghitung/membilang. Contoh:
- Di Jawa Barat hanya terdapat 72 SMK
- Jumlah siswa di kelas ini hanya 36 orang
- Di Jawa Barat hanya terdapat 72 SMK
- Jumlah siswa di kelas ini hanya 36 orang
§ Data Kontinu, merupakan data dari hasil mengukur,
contoh:
- Tinggi badan siswa kelas 3H rata-rata 167,45 cm
- Luas jalan di kota ini hanya 56,759 m2
- Tinggi badan siswa kelas 3H rata-rata 167,45 cm
- Luas jalan di kota ini hanya 56,759 m2
b.
Data Kualitatif, adalah data yang
bukan kuantitatif dan sering disebut dengan nama “atribut”. Misalnya: gagal,
berhasil, sakit, sembuh, naik, turun, dsb. Contoh:
- Pemasaran hasil produksi berhasil menarik banyak konsumen
- Permintaan lulusan SMK untuk bekerja di industri melonjak naik
- Pemasaran hasil produksi berhasil menarik banyak konsumen
- Permintaan lulusan SMK untuk bekerja di industri melonjak naik
o
Jenis Data Menurut Sumbernya
a.
Data Intern, adalah data yang di
dapat dari sumber didalam badan atau perusahaan itu sendiri. Contohnya, suatu
perusaan yang meinventarisasikan jumlah karyawan, hasil penjualan, jumlah
produksi, stok barang di gudang, dan sebagainya.
b.
Data Ekstern, adalah data yang
didapat dari sumber lain diluar badan atau perusahaan tadi. Data Ekstern
terdiri atas:
§ Data ekstern primer, yaitu jika data dikumpulkan dan
dikeluarkan oleh badan/perusahaan yang sama. Contoh: Pemerintah melalui Biro
Pusat Statistik melakukan sensus penduduk tahun 2010 untuk memperoleh data
penduduk negara indonesia.
§ Data ekstern sekunder, yaitu jika data dikumpulkan dan
dikeluarkan oleh badan atau perusahaan yang tidak sama (berlainan). Contoh:
Departemen Pendidikan Nasionala menyediakan beasiswa bagi para siswa SMK yang
kurang mampu dan berprestasi dalam bidang olahraga.


