i don't know, i love my him so much. i think i can love him everyday every-time till later. this song can make my mind think about us, about us in past and future later hahaha. i just share its lyrics, read deeply and you'll know hehe :)
Read More
Senin, 04 Februari 2013
Senin, 28 Januari 2013
Profil Program Studi Statistika Universitas Diponegoro
Saya mau sharing sedikit tentang profil jurusan Statistika Universitas Dipponegoro, berkut saya ambil dari webnya langsung, tapi berhubung dahulu Statistika masih merupakan Program Studi, jadi saya tampilkan masih versi program studi ya, setidaknya bisa memberikan sedikit gambaran saja, berikut profilnya
Misi Program Statistika Statistika
A. Tujuan Organisasi
Read More
Visi Program Studi Statistika
Pada tahun 2018 menjadi Program Studi Statistika yang unggul secara nasional dengan kualitas internasional dalam penyelenggaraan akademik untuk memenuhi kebutuhan industri, bisnis dan pemerintahan.
Pada tahun 2018 menjadi Program Studi Statistika yang unggul secara nasional dengan kualitas internasional dalam penyelenggaraan akademik untuk memenuhi kebutuhan industri, bisnis dan pemerintahan.
Misi Program Statistika Statistika
- Menyelenggarakan pendidikan, serta melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat di bidang statistika untuk menghasilkan lulusan dengan kualitas internasional yang memiliki potensi dan motivasi mengembangkan diri dalam rangka memenuhi kebutuhan industri, bisnis dan pemerintahan.
- Menyelenggarakan proses peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan dengan memenuhi prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas
A. Tujuan Organisasi
Terciptanya peningkatan kualitas Proses Belajar Mengajar secara berkelanjutan
Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan Program StudiB. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan program Sarjana Statistika adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi kompetensi :
a. menguasai dasar-dasar statistika sebagai sains dan metode serta teknik komputasinya guna menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah industri, bisnis, dan pemerintahan berdasarkan informasi atau data statistika.
b. mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam metode statistika dan teknik komputasinya dengan penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat.
c. mampu bersikap dan berperilaku dalam berkarya dalam bidang statistika dan teknik komputasinya untuk memenuhi kebutuhan industri, bisnis dan pemerintahan.
d. mampu mengikuti perkembangan statistika kontemporer dan teknik komputasi dengan penggunaan teknologi informasi dan perangkat lunak mutakhir.Dengan kualifikasi kemampuan dasar diatas, lulusan S-1 Sarjana Statistika diharapkan mempunyai potensi untuk melanjutkan ke jenjang akademik lanjutan, yaitu program pascasarjana dalam bidang yang didasari bidang statistika, komputasi, dan perekayasaan perangkat lunak berbasis teknologi informasi. Selain itu seorang Sarjana Statistika diharapkan mempunyai kemampuan untuk menerapkan metode statistika dan teknik komputasinya dalam mengatasi permasalahan industri, bisnis dan pemerintahan.
Mars Statistika
I just started to love this Major, i used to just like and tried. Now, I'm thinking that my choice is my future, so i decided to keep Statistics as my major. Bismillah!
Well, i will share lyric "Mars Statistika" that's Statistic Student Association's song. Check this out!
Read More
Well, i will share lyric "Mars Statistika" that's Statistic Student Association's song. Check this out!
Hymne Universitas Diponegoro
Berhubung saya anak UNDIP, tidak ada salahnya kan berbagi lirik Hymne Undip hehe, berhubung juga saya anak paduan suara Fakultas Sains dan Matematika, so saya kasih deh nih liriknya
![]() |
| Lambang Universitas Diponegoro, Semarang |
Senin, 17 Desember 2012
Uji Normalitas Data
Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji hisogram, uji normal P Plot, uji Chi Square, Skewness dan Kurtosis atau uji Kolmogorov Smirnov. Tidak ada metode yang paling baik atau pling tepat. Tipsnya adalah bahwa pengujian dengan metode grafik sering menimbulkan perbedaan persepsi di antara beberapa pengamat, sehingga penggunaan uji normalitas dengan uji statistik bebas dari keragu-raguan, meskipun tidak ada jaminan bahwa pengujian dengan uji statistik lebih bak dari pada pengujian dengan metode grafik.
Jika residual tidak normal tetapi dekat dengan nilai kritis (misalnya
signifikansi Kolmogorov Smirnov sebesar 0,049) maka dapat dicoba dengan metode
lain yang mungkin memberikan justifikasi normal. Tetapi jika jauh dari nilai
normal, maka dapat dilakukan beberapa langkah yaitu: melakukan transformasi
data, melakukan trimming data outliers atau menambah data observasi. Transformasi
dapat dilakukan ke dalam bentuk Logaritma natural, akar kuadrat, inverse, atau
bentuk yang lain tergantung dari bentuk kurva normalnya, apakah condong ke
kiri, ke kanan, mengumpul di tengah atau menyebar ke samping kanan dan kiri. Tujuan
dalam uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data
mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk
lonceng ( bell sheped ). Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti
distribusi normal, yaitu distribusi data tersebut tidak menceng kekiri atau
kekanan.
Prosedur
pengujian normalitas data :
1.Merumuskan
formula hipotesis
Ho : Data berdistribusi normal
Ha : Data tidak berdistribusi normal
Ho : Data berdistribusi normal
Ha : Data tidak berdistribusi normal
2. Menentukan taraf nyata (a)
Untuk mendapatkan nilai chi-square tabel
dk = k – 3
dk = Derajat kebebasan
k = banyak kelas interval
3. Menentukan Nilai Uji Statistik
Keterangan :
Oi = frekuensi hasil pengamatan pada klasifikasi ke-i
Ei = Frekuensi yang diharapkan pada klasifikasi ke-i
4. Menentukan Kriteria Pengujian Hipotesis
5. Memberikan kesimpulan
Contoh :
Hasil pengumpulan
data mahasiswa yang mendapat nilai ujian kalkulus I, yang diambil secara acak
sebanyak 64. Dicatat dalam daftar distribusi frekuensi. Hasilnya sebagai
berikut :
jawab :
1.
Menentukan mean
3. Membuat daftar distribusi frekuensi yang diharapkan
(2) Mencari nilai Z-score untuk batas kelas interval
(3) Mencari luas 0 – Z dari tabel kurva normal
,dst untuk nilai Z-score lainnya
Catatan :
Tanda ( - ) menunjukkan luas Z pada sisi kiri
Tanda ( + ) menunjukkan luas Z pada sisi kanan
Tanda ( - ) menunjukkan luas Z pada sisi kiri
Tanda ( + ) menunjukkan luas Z pada sisi kanan
(4) Mencari
luas tiap kelas interval
Yaitu angka
baris pertama dikurangi baris kedua, angka baris kedua dikurangi baris ketiga,
dst. Kecuali untuk angka pada baris paling tengah ditambahkan dengan angka pada
baris berikutnya.
(5) Mencari frekuensi yang diharapkan (Ei)
Dengan cara
mengalikan luas tiap interval dengan jumlah responden (n = 64)
Tabel frekuensi yang diharapkan dan pengamatan
4)
Merumuskan formulasi hipotesis
Ho : Data berdistribusi normal
Ha : Data tidak berdistribusi normal
Ho : Data berdistribusi normal
Ha : Data tidak berdistribusi normal
5) Menentukan taraf nyata dan chi-kuadrat tabel
6)
Menentukan kriteria pengujian
7) Mencari
Chi-kuadrat hitung
Kesimpulan
Karena
chi-kuadrat hitung = 3,67 < 9,49 = chi-kuadrat, maka Ho gagal ditolak
Jadi, data
tersebut berdistribusi normal untuk taraf nyata 5%
STATISTIK DESKRIPTIF
Statistik
deskriptif lebih berkenaan dengan pengumpulan dan peringkasan data, serta
penyajian hasil peringkasan tersebut. Data-data statistik, yang bisa diperoleh
hasil sensus, survei, jajak pendapat atau pengamatan lainnya umumnya masih
bersifat acak, “mentah” dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). Data-data tersebut harus
diringkas dengan baik dan teratur, baik dalam bentuk tabel atau presentasi
grafis yang berguna sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan (statistik
inferensi).
Penyajian tabel
dan grafis yang digunakan dalam statistik deskriptif dapat berupa:
- Distribusi frekuensi
- Presentasi grafis seperti histogram, Pie chart dan sebagainya.
Selain tabel dan
grafik, untuk mengetahui deskripsi data diperlukan ukuran yang lebih eksak,
yang biasa disebut summary statistics (ringkasan statistik).
Dua ukuran
penting yang sering dipakai dalam pengambilan keputusan adalah:
- Mencari central tendency (kecenderungan memusat), seperti Mean, Median, dan Modus
- mencari ukuran dispersion, seperti Standar Deviasi dan Varians
Selain central tendency dan dispersion, ukuran lain yang dipakai
adalah Skewness dan Kurtosis yang berfungsi untuk mengetahui kemiringan data
(gradien data).
Kali ini akan
dibahas menu dari SPSS yang berhubungan dengan statistik deskriptif, yaitu
Summarize. Dalam menu ini terdapat beberapa submenu sebagai berikut:
A. Frequencies
Menu ini membahas beberapa penjabaran ukuran statistik deskriptif
seperti Mean, Median, Kuartil, Persentil, Standar Deviasi dan lainnya.
B. Descriptives
Menu ini berfungsi untuk mengetahui skor-z dari suatu distribusi
data dan menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak.
C. Explore
Menu ini berfungsi untuk memeriksa lebih teliti sekelompok data.
Alat utama yang dibahas adalah Box-Plot dan Steam & Leaf Plot, selain
beberapa uji tambahan untuk menguji apakah data berasal dari distribusi normal.
D. Crosstabs
Menu ini dugunakan untuk menyajaikan deskripsi data dalam bentuk
tabel silang (crosstab), yang terdiri
aatas baris dan kolom. Selain itu menu ini juga dilengkapi dengan analisis
hubungan di antara baris dan kolom, seperti independensi diantara mereka, besar
hubungannya dan lainnya.
E. Case Summaries
Menu ini digunakan untuk melihat lebih jauh isis statistik
deskriptif yang meliputi subgrup dari sebuah kasus, seperti grup “Pria” dan
grup “Wanita”, bisa dibuat subgrup “Pria Dewasa” dan “Pria Remaja”, kemudian
“Wanita Dewasa” dan “Wanita Remaja”, serta dibagi lagi menjadi yang tinggal di
kota dan di desa, dan seterusnya.
Menu Frequencies
Contoh
penggunaan Frequencies
Misalkan kita
memiliki data tentang tinggi badan 25 orang mahasiswa (dalam centimeter) yang
diambil secara acak.
|
No
|
Tinggi
|
Gender
|
|
No
|
Tinggi
|
Gender
|
|
1
|
170.2
|
Pria
|
|
14
|
170.4
|
Wanita
|
|
2
|
172.5
|
Pria
|
|
15
|
168.9
|
Wanita
|
|
3
|
180.3
|
Pria
|
|
16
|
168.9
|
Wanita
|
|
4
|
172.5
|
Pria
|
|
17
|
177.5
|
Wanita
|
|
5
|
159.6
|
Wanita
|
|
18
|
174.5
|
Pria
|
|
6
|
168.5
|
Wanita
|
|
19
|
186.6
|
Wanita
|
|
7
|
168.5
|
Pria
|
|
20
|
164.8
|
Wanita
|
|
8
|
172.5
|
Pria
|
|
21
|
170.4
|
Pria
|
|
9
|
174.5
|
Pria
|
|
22
|
168.9
|
Pria
|
|
10
|
159.6
|
Wanita
|
|
23
|
164.8
|
Wanita
|
|
11
|
170.4
|
Wanita
|
|
24
|
167.2
|
Wanita
|
|
12
|
161.3
|
Wanita
|
|
25
|
167.2
|
Wanita
|
|
13
|
172.5
|
Pria
|
|
|
|
|
Yang pertama
kita lakukan adalah ada memasukan data terebut ke dalam editor SPSS. Pada
bagian awal kita sudah mempelajari bagaimana membuat data baru dalam SPSS.
Langkah-langkahnya
adalah sebagai berikut.
1.
Mendefinisikan variabel.Ada banyak cara
untuk mendefinisikan variabel, diantaranya adalah sebagai berikut.
·
Karena pada contoh
kita ada dua variabel (Tinggi Badan & Gender), maka kita akan definisikan 2
variabel tersebut tipenya seperti apa. Pada bagian bawah menu editor data,
tekan tombol Variable View. Maka
akan tampak tampilan berikut:
·
Kolom pertama merupakan tempat
untuk mendefinisikan nama-nama variabel tersebut. Pada baris pertama-kolom
pertama untuk mendefinisikan nama variabel ke-1, baris kedua-kolom pertama
untuk mendefinisikan nama variabel ke-2. Kita ketikan “Tinggi” untuk variabel
pertama dan “Gender” untuk variabel kedua.
·
Untuk deklarasi Type variabel kita gunakan “Numeric” untuk variabel Tinggi dan
Gender. Nantinya untuk variabel Gender kita pilih angka “1” untuk menandai
gender Pria dan “2” untuk menandai gender Wanita.
·
Untuk Width, biasanya standar SPSS untuk numeric adalah 8, kita biarkan saja angka 8 karena
sudah mencukupi untuk keprluan kita.
·
Untuk Decimals, untuk variabel Tinggi, karena datanya mengandung 1 angka
di belakang koma, kita pilih 1. Sedangkan untuk gender karena bilangan
bulat kita pilih angka 0. Untuk itu kita perlu mengganti default yang ada pada
editor yaitu 2 dengan angka 1 dan 0 tersebut.
·
Untuk sementara biarkan
submenu-submenu yang lain seperti Values,
Label, Missing dll. Seperti apa adanya. Tampilan akhir dapat dilihat
seperti gambar berikut ini.
·
Selanjutnya kita akan memasukan
data yang kita punya dengan terlebih dahulu menekan tombol Data View. Lalu ketiklah
data yang ada, setelah itu simpan dengan nama Deskriptif1.
2.
Bila Anda sudah memiliki data
tersebut dalam format Word atau Excel, Anda bisa langsung meng-copy data
tersebut dengan cara yang biasa Anda lakukan, yaitu “Copy-Paste”. Setelah
mengcopy dari data asal, maka lalu letakan pointer di baris-1 kolom-1 SPSS
kemudian klim menu Edit, dan pilih
submenu Paste.
3. Setelah data ada, lalu kita olah, yaitu ingin menampilkan deskripsi
statistik dari data tersebut yaitu mengenai Mean, Standar Deviasi, Skewness,
dll. Selain itu kita ingin pula menampilkan Chart dari data yang sesuai dengan
sata kuantitatif, yaitu Histogram dan Bar Chart. Langkah-langkahnya sebagai
berikut:
- Dari baris menu, pilih menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistics, lalu pilih lagi sumenu Frequencies (untuk menampilkan tabel frekuensi). Lalu akan tampil gambar berikut ini.

- Kolom Variables(s) harus diisi dengan jenis-jenis variabel apa yang ingin kita analisis. Karena ingin dibuat frekuensi dari variabel Tinggi, maka klik variabel Tinggi, kemudia klik tanda í, maka variabel Tinggi akan berpindah ke kolom Vraible(s).
- Klik pilihan Statistics, maka akan tampil di layar gambar berikut:
- Pilihan Statistics meliputi berbagai ukuran untuk menggambarkan data, antara lain sebagai berikut:
·
PercentilesValues. Untuk keseragaman
klik Quartiles dan Percentile(s). Kemudian pada kotak
disamping kanan Percentiles ketik 10, lalu tekan Add. Sekali lagi ketik 90
pada kotak terdahulu, dan klik lagi tombol Add.
Pengerjaan ini dimaksudkan untuk membuat nilai persentil pada 10 dan 90.
·
Dispersion atau penyebaran data. Untuk
keseragaman, semua atau keenam jenis pengukuran Dispersion dipilih semua.
·
Central Tendency atau pengukuran pusat
data, untuk keseragaman pilih Mean
dan Median.
·
Distribution atau bentuk distribusi
data. Untuk keseragaman, klik Skewness
dan Kurtosis.
e.
Pilihan Charts…juga diklik, maka akan tampil gambar berikut ini.
![]() |
·
Menu Charts berkenaan dengan jenis grafik yang ingin kita pilih. Dari
Chart Type, untuk keseragaman kita pilih Histogram.
Lalu menu With normal curve-nya akan
hidup, maka kita klik juga With normal
curve. Lalu klik Continue.
·
Sekarang editor akan kembali ke
tampilan editor Frequencies seperti awal, selanjutnya kita akan memilih menu
Format.
f.
Setelah menu Format diklik, maka akan tampil gambar
berikut:
·
Pada submenu Order by (data output akan disusun
seperti apa ?) kita seragamkan saja dengan memilih output akan disusun naik
(dari data terkecil ke data terbesar). Untuk itu pilih Ascending values. Selanjutnya klik OK. Maka semua proses pengisian dan pengolahan data telah selesai,
dan kita akan lihat hasilnya (outputnya) pada editor Output.
4.
Output SPSS dan Analisisnya
Selanjutnya data yang telah kita olah tersebut akan kita lihat
outputnya. Berikut ini adalah output dari Descriptive.
- Frequencies
Output Bagian
Pertama (Statistics)
·
N atau jumlah data yang valid
adalah 25 buah, sedangkan data yang hilang (missing) adalah nol. Ini artinya
semua data bisa diproses
·
Mean atau rata-rata tinggi
badan adalah 170,12 cm dengan standar error adalah 1,20655 cm. Penggunaan
standar error of Mean adalah untuk memeriksa besar rata-rata populasi yang
diperkirakan dari sampel. Untuk itu, dengan standar error of Mean tertentu dan
pada tingkat kepercayaan 95% (SPSS sebagian besar menggunakan angka ini sebagai
stanadar), rata-rata populasi tinggi badan menjadi:
Rata-rata Populasi = Rata-rata ± 2 standar error of Mean
= 170,12 ± (2 x 1,20655) cm
= (170, 12 + 2.4131) sampai (170, 12 - 2.4131)
=
172,5331cm sampai 167, 7069 cm
(Angka 2 digunakan karena tingkat kepercayaan 95%)
·
Median atau titik tengah data
jika semua data diurutkan dan dibagi 2 sama besar. Angka median 170,20 cm
menunjukkan bahwa 50% tinggi badan adalah
170,20 cm ke atas, dan 50%-nya
170,20 cm ke bawah.
·
Standar Deviasi adalah 6,03276
cm dan variansinya adalah 36,394 cm. Penggunaan standar deviasi adalah untuk
menilai dispersi rata-rata dari sampel. Untuk itu, dengan standar deviasi
tertentu dan pada tingkat kepercayaan 95%, rata-rata tinggi badan menjadi:
Rata-rata tingi badan = Rata-rata ± 2 x Standar Deviasi
=
170,12 ± (2 x 6,03276) cm
=
182.18552 cm sampai 170,12 cm
Perhatikan bahwa kedua batas angka berbeda tipis dengan nilai
minimum dan maksimum, ini artinya sebaran data adalah baik.
·
Ukuran Skewnes adalah 0,572 cm.
Untuk penilaian, nilai tersebut diubah ke angka rasio. Rasio kurtosis adalah =
nilai kurtosis/standar error kurtosis = 0,572/0,902 = 0,63. Sebagai pedoman,
bila rasio kurtosis berada antara -2 sampai dengan +2, maka distribusi data
adalah normal.
·
Ukuran kurtosis adalah 1,460 cm
·
Data minimum adalah 159,60 cm
sedangkan data maksimum adalah 186,60 cm
·
Range data = Data maksimum –
Data minimum adalah 27,00 cm
·
Angka Persentil:
o
Rata-rata tinggi badan 10%
responden di bawah 160,62 cm
o
Rata-rata tinggi badan 25%
responden di bawah 167,20 cm
o
Rata-rata tinggi badan 50%
responden di bawah 170,20 cm
o
Rata-rata tinggi badan 75%
responden di bawah 172,50 cm
o
Rata-rata tinggi badan 90%
responden di bawah 178,62 cm
Output bagian kedua
(Tinggi)
Output ini merupakan gambaran tinggi badan responden dalam tabel
frekuensi.
Output bagian ketiga
(Histogram)
Terlihat grafik data berbentuk seperti lonceng, ini artinya distribusi
data adalah normal atau mendekati normal (pengujian secara statistik akan
dibahas nanti)
·
Tabel Frekuensi untuk Gender
Karena variabel gender bukan data kuantitatif namun kategori, maka
tidak perlu dilakukan dskripsi statistik seperti Mean, Median, Standar Deviasi
dan sebagaianya. Untuk data kualitatif chart yang sesuai adalah pie chart.
Langkah-langkah membuat Pie Chart
·
Buka kembali lembar kerja Deskriptif1.sav
·
Dari baris menu, pilih menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistics, lalu pilih lagi
sumenu Frequencies (untuk
menampilkan tabel frekuensi). Lalu akan tampil gambar berikut ini.
![]() |
·
Kolom Variables(s) harus diisi dengan jenis-jenis variabel apa yang ingin
kita analisis. Karena ingin dibuat frekuensi dari variabel Gender, maka klik
variabel Gender, kemudia klik tanda í,
maka variabel Gender akan berpindah ke kolom Vraible(s).
·
Pilihan Charts…juga diklik, maka akan tampil gambar berikut ini.
![]() |
·
Menu Charts berkenaan dengan jenis grafik yang ingin kita pilih. Dari
Chart Type, untuk keseragaman kita pilih Pie
Chart. Lalu klik Continue
·
Setelah itu menu Format diklik, maka akan tampil gambar
berikut:
![]() |
·
Pada submenu Order by (data output akan disusun
seperti apa ?) kita seragamkan saja dengan memilih output akan disusun naik
(dari data terkecil ke data terbesar). Untuk itu pilih Ascending values. Selanjutnya klik OK. Maka semua proses pengisian dan pengolahan data telah selesai,
dan kita akan lihat hasilnya (outputnya) pada editor Output.
Output Gender
Gender
|
|
Frequency
|
Percent
|
Valid Percent
|
Cumulative Percent
|
|
|
Valid
|
1
|
11
|
44.0
|
44.0
|
44.0
|
|
2
|
14
|
56.0
|
56.0
|
100.0
|
|
|
Total
|
25
|
100.0
|
100.0
|
|
|
Penggunaan Menu
Descriptive
Langkah-langkah penggunaan menu Desciptive:
·
Buka kembali file
Deskriptif1.sav
·
Dari baris menu, pilih menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistics, lalu pilih lagi
sumenu Descriptives (untuk
menampilkan tabel frekuensi). Lalu akan tampil gambar berikut ini.
![]() |
|||
·
Kolom Variables(s) harus diisi dengan jenis-jenis variabel apa yang ingin
kita analisis. Karena ingin dibuat frekuensi dari variabel Tinggi, maka klik
variabel Tinggi, kemudia klik tanda í,
maka variabel Tinggi akan berpindah ke kolom Vraible(s).
·
Klik Options, maka akan tampak di layar
![]() |
Pilihan Options meliputi
berbagai ukuran untuk menggambarkan data. Terlihat default dari SPSS yang
memilih Mean, Standar deviasi,
maksimum, minimum sebagai acuan untuk menghitung statistik deskriptif, untuk
keseragaman biarkan pilihan tersebut. Kemudian klik Continue.
·
Maka akan terlihat kotak
pilihan Save standardized values as
variables yang telah diberi tanda akan digunakan pilihan tersebut. Hal ini
berarti pilihan output SPSS mengenai deskripsi data. Lalu klik OK.
·
Maka outputnya sebagai berikut:
Descriptive
Statistics
|
|
N
|
Minimum
|
Maximum
|
Mean
|
Std. Deviation
|
|
Tinggi
|
25
|
159.60
|
186.60
|
170.1200
|
6.03276
|
|
Valid N (listwise)
|
25
|
|
|
|
|
Jika dilihat pada Editor data SPSS selain variabel tinggi dan gender
sekarang muncul variabel baru, yaitu zTinggi
seperti berikut
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
About me
- Melati Puspa Nur Fadlilah
- I'm an ordinary girl, born from an ordinary family. I'm the third child. I have many dreams, one of which is to make the people around me proud of me :D

















